Saturday , 18 August 2018

Peraturan Menteri No 108 Tahun 2017, Apakah bisa terlaksana ?

Wahhh ini nih yang aku tunggu-tunggu dari dulu, peraturan yang jelas untuk kendaraan tidak dalam trayek (Taksi Online). Minggu 29 Oktober 2017, pagi itu aku bangun terlalu pagi *hemmmm tumben*. Sekitar jam 10.00 am wkwkwkwkw . Pagi itu seperti biasa bangun pagi menjelang siang dikit, selalu mengawali pagi dengan segelas kopi *hemmm sruttuup* . Karena saya kerja full time ya bangun kaya gini belum juga cuci muka udah mulai kerja *seharusnya* . Tetapi sebelum mengawali hari yang indah hari itu sebaiknya saya cuci muka dulu alias Raup terus terduduk didepan kopi selagi nunggu nyawa yang belum balik sempurna.

Setelah nyawa saya udah ngumpul sekitar 85-90% ahirnya langsung ku pegang itu tikus mati suri (mouse pc). Langsung melaksanakan kewajiban. Uppps… hari itu hari minggu ternyata, harusnya aku libur dong ? (Demi memenuhi kebutuhan keluarga dan supaya terbelinya susu anak, kerja saya tiada hari libur) *loo aku kan urung nikah huuuu*Setelah kewajiban sudah terselesaikan tiba-tiba dari belakang datang sosok tinggi,besar, bulet dikit (kaya The Big Show itu pemain WWE), datang dan memberi sebuah misi untuk kekantor dishub provinsi Jateng di Semarang. Disana konon katanya akan diadakan sebuah acara konferensi pers tentang peraturan menteri no 108 tahun 2017 sebagai peganti pm no 26 tahun 2017. SIAP NDAN ! LAKSANAKAN. Begitulah sekiranya saat aku diberikan ini perintah. Kenapa sih kok aku harus datang di konferensi pers ini ?. (Jawabannya ya karena saya bekerja di perusahaan taksi konvensional, jujur gara-gara kekosongan hukum tentang taksi online ini. Taksi konvensial terjadi penurunan omset yang drastis, dan kuping saya hampir mau mual kayaknya, gara-gara dengar keluhan semua supir-supir taksi konvensional tentang taksi online). Saya pribadi tidak menolak tentang adanya taksi online, terus terang online taksi ini sangat memudahkan penggunanya kalau mau naik taksi. Tapi, karena peraturan yang tidak jelas terjadi ketidak seimbangan usaha terutama dibidang tranpostasi. Dan menurut saya kalau taksi online ini  tidak segera ada peraturan yang jelas, bukan hanya taksi konvensional saja yang dirugikan tapi taksi online itupun sendiri. Kalau tidak salah tentang sosialisasi tentang PM No 26 Tahun 2017 sudah dilakukan Dishub tanggal 24 Oktober 2017. Kebetulan dari perusahaan bukan aku yang mewakili sosialisasi tersebut. Dan rumor dihari ini kemungkinan dishub menyebutkan berapa kuota taksi yang ada di kota Semarang ini.

Okelah siap, sekitar pukul 11.30am bergegaslah saya mandi dan sarapan. Dengan celana klimis dan batik tradisional ini saya siap otw untuk melihat kabar selanjutnya. Karena mobil lagi kepakai dan taksi saya mangkalnya jauh” ya akhirnya sayapun memesan tentang taksi online (sekalian mau tahu tentang pendapat driver taksi online tentang peraturan ini). Dengan teramat mudahnya tinggal 3-5 kali klik sang driverpun datang menghampiri saya dikantor taksi konvensional saya.

Menurut saya memang wajar para penguna taksi beralih ke taksi online, karena kepraktisanya ini.

Setelah menunggu sekitar 5 menitan ahirnya si abang driver ini nyampe di pool taksi saya. Saya tahu apa yang ada dipikiran driver ini *ini orang taksi konvensional kok pesenya gak taksi dia sendiri*hhhhhh sok tahu ya kaya dukun* . Saya kurang tahu apakah mobil AYLA ini termasuk  kendaraan yang boleh dijadikan taksi atau tidak. Beruntungnya aku kali ini, drivernya enak diajak ngobrol. Dan karena saya mau ke dishub mungkin dia juga tahu disana apa yang mau dibahas. Menurut si driver online satu ini, dia tidak keberatan kalau memang pm no 108 ini mulai berlaku. Karena dia sendiri merasakan semakin lama semakin berebut penumpang denga driver-driver lain. Dan katanya dia rumahnya didekat kantor aplikasi GRAB, kata driver ini setiap hari ada driver yang mengajukan diri ke pihak aplikasi sekitar kurang lebih 60 orang. BOOMM.. 60 1 aplikasi , sedangkan di Semarang kalau gak salah ada Go-Jek sama GRAB, untuk UBER saya kurang tahu tentang kehadirannya. 60 x 2 = 120 orang/hari WOOOW… satu tahun ada berapa driver tuh ? lama-lama gak ada yang jadi penumpang jadi driver semua hhhhhh. Maka dari itu sejak dari rumah yang paling aku kepoin, berapa sih kuota taksi di Semarang ?. Oke dengan kata Bismillahirrohmanirrohin… langsung gas .

 

Sekitar pukul o1.00pm nyampe ke kantor dishub prov. Kukira acara sudah dimulai, waktu diundangan tertera dimulai jam 01.00 pm ternyata masih acara makan-makan. Lansung saja aku isi daftar hadir dan ku icipi sedikit menu yang tersedia sambil ngobrol-ngobrol sama orang yang ada disana. Setelah makan lansung ku ambil posisi duduk paling depan ya kan , biar jelas dan dikira aku media *hhhh abis yang diundang paling muda kayaknya aku yang berada disana. Lalu sekitar jam 01.30 pm acara pun dimulai.

Didepan ada perwakilan dari Polrestabes Semarang, Ketua Organda Semarang, Ketua Dishub, IT Dep GRAB (Entah kenapa perwakilan GoJek tidak ikut hadir), dll saya lupa yang lainnya. Dan ini koferensi pers kali membahas digantinya PM No 26 Tahun 2017 menjadi PM No 108 Tahun 2017 (BERGANDENGAN TANGAN, KERJA JADI NYAMAN) dengan isi Pasal yang tidak ada perubahan sama sekali yang pasalnya bisa di download http://jdih.dephub.go.id/ DOWNLOAD DISINI. Yang akan mulai berlaku per tanggal 1 November 2017. Diwaktu sesi tanya jawab berlangsung, salah satu perwakilan organda menanyakan kuota taksi diSemarang ada berapa *JLeeppp… Waaah gak jadi ikutan nanya aku, ternyata sudah diwakilkan hhhh*. Dan disitupun Ketua Dishub Povinsi Jawa Tengah Bapak Ir. SATRIYO HIDAYAT menjawab sekiranya dia sudah mengetahui nominalnya berapa, tetapi nominal itu belum  final ditetapkan sebelum adanya rapat Dishub se Indonesia tentang penentuan Kuota dan Trayek di wilayah masing-masing. Yang akan dilaksanakan 1-2 minggu kedepan. Jadi belum berani mengutaran nominalnya berapa. *Yahh… gak jadi dapat bekal pulang ini.hmmm*. Dan tepat disamping saya *dari awal aku gak terlalu merhatiin karena sibuk dengan ponselnya* , ternyata dia dari ADO (Asosiasi Driver Online) menanyakan tentang salah satu pasal yang mengharuskan taksi online memasang stiker yang menurut dia terlalu besar. Dan dengan mudahnya dijawab, “Itu sudah hasil negosiasi dengan pihak-pihak yang lain, dan di stiker tersebutpun benar adanya seperti itu. Kalau kita lihat taksi online dinegara lain malah justru lebih besar dari pada negara kita, bahkan full sampai di kap mesin mobil”. Jiah wkwkwkwkw akupun tertawa dalam hati, memang harusnya seperti itu biar yang taksi iseng-iseng pulang kerja jadi supir taksi pada mundur *kan serakah itu namanya*.

Dan setelah pertanyaan tadi pun, acara ini diselesaikan tepat pada jam 03.00 pm. Dan ahirnya aku pulang hanya dengan cerita, belum mengetahui kuota taksi di Semarang. Karena hal ini sangat penting dan sangat bisa mempengaruhi omset saya yang down di bulan-bulan kemarin. Dan ahirnyapun ku putuskan pesan GoCar kembali . *hmmmm* 

Tapi kok ada yang aneh di pesanan taksi online aku kali ini. Waktu aku order dapatnya driver pakai Terios, Tapi sesampainya didepan saya kok pakai avanza hitam. Wah memang pengontrolan pendaftaran driver online ini seperti apa sihh *jadi heran bisa kaya gini* Padahal di poin pasal PM 108 ini pendaftaran harus plat lokasi dan ada bpkbnya,*lo kan membatu pasal baru ini*Dari hal ini aku gak masalah memang, tapi bisa disimpulkan bisa jadi gak bener ini supir.

 

Ya benar saja, dia kurang enak diajak ngobrol kan. Terus yang anehnya disini beban masuk tol dia pinjam e-money saya. *Waduh*

Yaudahlah memang sifat orang berbeda-beda kok.

Dan semoga peraturan PM NO 108 TAHUN 2017 per 1 november 2017 bisa berjalan dengan semestinya. Jika ada pihak aplikasi yanng melanggar ketentuan, dishub menyarankan  untuk segera melapor ke KOMINFO. Dan semoga dengan berkembangannya teknologi seperti sekarang. Para pihak tidak ada yang saling dirugikan. Dan dapat hidup berdampingan dengan semestinnya.

 

#PM NO 108 (BERGANDENGAN TANGAN, KERJA JADI NYAMAN)

 

Check Also

Ekperimen naik GoJek GRATIS..

Bulan November 2017 kayaknya Gojek ngasih promo besar-besaran nih kayaknya. Gara-gara hpku berisik kena sms …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *